Tol Cipularang Kembali Makan Korban, Kecelakaan Beruntun KM 93 Libatkan 10 Kendaraan dan 2 Orang Tewas

  • Ari Kristyono
  • Jumat, 06 Maret 2026 | 10:37 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono

RIWARA.id – Kecelakaan beruntun terjadi di ruas jalan tol Cipularang arah Bandung-Jakarta, Kamis malam (5/3/2026) pukul 20.15, melibatkan tidak kurang dari 10 kendaraan.

Menurut polisi, dua orang tewas dalam kejadian itu yakni pengemudi dan kenek kendaraan pikap B 9718 VAF yang tidak disebutkan identitasnya.

Kepala Induk Patroli Jalan Raya Cipularang, Kompol Joko Prihanto kepada wartawan mengatakan, kecelakaan beruntun terjadi saat terjadi antrean panjang di km 93 B akibat sebuah truk mengalami gangguan.

Kemudian, sebuah truk container B 9367 UEL gagal berhenti sehingga menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya.

Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mengevakuasi korban dan membersihkan kendaraan yang terlibat kecelakaan, sehingga lalu lintas yang melalui jalan tol dapat kembali lancar.

Penyelidikan atas kasus ini masih terus dilakukan oleh kepolisian.

Sering Terjadi Kecelakaan di Tol Cipularang

 

Dari catatan Riwara.id, dalam rentang waktu setahun terakhir terjadi beberapa kecelakaan di tol Cipularang (menghubungkan Cikampek-Purwakarta-Padalarang) yang mulai beroperasi tahun 2005.

Ruas jalan 54 km itu memperlancar perjalanan darat dari Jakarta-Bandung yang semula makan waktu 3-4 jam menjadi 1,5-2 jam saja.

Beberapa kecelakaan yang pernah terjadi di Cipularang antara lain:

  • 2 Desember 2025 pukul 13.40, kecelakaan beruntun terjadi di km 111 arah Jakarta, melibatkan sekitar 10 kendaraan mobil dan truk. Polisi menduga pengemudi gagal mengantisipasi sehingga terjadi saling tabrak. Seorang pengemudi mobil, Hery Cristianto meninggal dalam kejadian tersebut.
  • 19 Januari 2026 pukul 05.45 di km 90 arah Bandung, sebuah truk Hino B 9947 JZN gagal mengerem sehingga menabrak kendaraan di depannya. Kenek truk, Muhammad Riko meninggal dunia.
  • 21 Januari 2926 pukul 9.00 di km 80+400 arah Bandung, truk Fuzo Z 9109 KA berjalan di lajur kiri dan mengalami pecah ban kanan. Akibatnya pengemudi kehilangan kontrol, truks oleng ke kanan dan menabrak sebuah Toyota Avanza D 1013 VDC lalu menghimpitnya di pembatas jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
  • 21 Januari 2026 pukul 17.50 di km 91+800 sebuah truk bermuatan kalsit gagal mengerem dan menabrak sebuah truk lain bermuatan kertas. Truk masih melaju hingga di km 92+500 dan kembali menabrak sebuah mobil Toyota Innova. Tidak ada korban jiwa, namun 3 orang mengalami luka berat dan 2 lainnya luka ringan dalam kejadian ini. Lalu lintas terhambat beberapa jam karena muatan truk tumpah, sehingga petugas harus mengerahkan peralatan berat.
  • 22 Januari 2026 di km 83+300 arah Jakarta, Toyota Innova B 1466 FQN yang dikemudikan Kabag Kesra Pemkab Bekasi, Indra Satria Nugraha oleng sehingga menabrak pembatas jalan. Polisi menduga Indra berusaha membanting setir ke kiri dan berakibat menabrak truk A 9304 ZX yang berjalan searah di depannya. Indra meninggal dunia dalam kejadian ini.

Faktor Penyebab Kecelakaan di Cipularang

Dari pengamatan yang pernah dilakukan Riwara.id, ruas jalan tol Cipularang memang memiliki banyak faktor yang membuat pengemudi harus ekstra hati-hati.

Di km 90 – 100 arah Bandung, jalan menurun panjang sehingga kendaraan besar seperti bus dan truk berpotensi mengalami rem panas (brake fade) dan akhirnya gagal berhenti karena rem tidak berfungsi.

Selain itu, antara Purwakarta-Padalarang adalah kawasan perbukitan, jalan berkelok-kelok dan naik turun. Faktor ini sering menghalangi pandangan bebas pengemudi, dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Perbedaan kecepatan antara mobil pribadi yang leluasa ngebut dengan truk yang harus merambat pelan di jalan turun naik, juga berpotensi menimbulkan kecelakaan untuk mereka yang kurang waspada.

Terakhir, di kawasan pegunungan pandangan pengemudi sering terganggu kabut yang muncul pada pagi atau malam hari. (*)

Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang KM 93 arah Bandung–Jakarta, melibatkan sekitar 10 kendaraan setelah truk kontainer gagal berhenti saat antrean panjang. Dua orang tewas dalam insiden tersebut.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News